menuju kemerdekaan finansial = bebas jalan-jalan

Siapa yang tak ingin memiliki keuntungan merdeka secara finansial. Rasanya semua insan di bumi menginginkannya, atau bahkan berlomba-lomba untuk mencapai titik merdeka secara finansial. Seorang ahli keuangan asal Amerika Serikat, Robert T Kiyosaki berpendapat “merdeka finansial merupakan kondisi bebas untuk menjadi diri sendiri dan bebas menjalankan hal yang di inginkan”.

Sudahkah terbayang bagaimana rasanya jika kita mampu meraih kemerdekaan secara finansial ?

Jika kalian berselancar di dunia maya tentang bagaimana caranya meraih kemerdekaan finansial, sebagian besar tipsnya adalah dengan menabung. Dalam beberapa vidio singkat yang bertebaran di sosial media, seorang pebisnis sukses bernama Jusuf Hamka juga sangat menyarankan agar kita memiliki kebiasaan menabung sejak dini.

Sesungguhnya banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dengan menabung. Selain menuju kondisi merdeka secara finansial, kita juga bisa belajar tentang konsisten dan sabar. Karena segala sesuatu yang ingin dicapai, kuncinya adalah konsisten dan sabar. Salah satu konsep yang menarik untuk melatih konsistensi adalah kaizen dari negeri sakura.

Metode yang digunakan untuk menabung juga sudah cukup bervariatif, nggak kaya dulu yang masih terbatas dengan celengan, atau dibawah bantal. Sekarang kita bisa menabung sekaligus berinvestasi dengan berbagai platform yang sudah tersedia. Nah, beberapa metode menabung berikut yang sering saya gunakan untuk meraih kemerdekaan finansial dan juga jalan-jalan tentunya.

1. Konvensional

Zaman SMK dulu saya memiliki pemasukan per harinya Rp. 25.000, setiap harinya saya menyisihkan sebanyak Rp. 5.000 untuk saya tabung. Saya menyimpan uang tersebut di berbagai tempat, agar tidak mudah tergoda menggunakannya sekaligus jika hasrat tak terbendung.

Tempat untuk menyimpannya-pun beragam, terkadang saya menaruhnya di laci meja belajar, terkadang di botol yang telah saya lapisi solasi hitam, atau menitipkannya kepada orang tua. Tapi, paling sering saya menaruhnya di laci meja belajar.

Zaman SMK dulu belum kepikiran tuh buat merdeka secara finansial, yang saya tahu adalah jalan-jalan, beli barang keinginan, dan jajan. Gak pernah insecure soal masa depan, jarang banget kebangun dini hari dan pikiran bertebaran tentang masa depan. Huft!

Sebetulnya ada banyak skema yang bisa diterapkan dengan model menabung secara konvensional ini. Beberapa pakar keuangan berpendapat untuk menerapkan skema 50/30/20. 50 persen dari pendapatan dialokasikan untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk memenuhi keinginan pribadi, 20 persen untuk menabung. Kalian juga bisa berexperiment dengan menentukan skema sendiri sesuai skala prioritas.

2. Investasi

Menurut Otoritas Jasa Keuangan, Investasi adalah Penanaman modal, biasanya dalam jangka panjang untuk pengadaan aktiva tetap atau pembelian saham-saham dan surat berharga lain untuk memperoleh keuntungan (investment).

Fun fact : Warren Buffet sudah melakukan investasi sejak berusia 10 tahun

Saat ini sudah beragam sekali media yang bisa kita gunakan dalam berinvestasi. Misalnya saja reksadana,logam mulia, obligasi, saham, dan yang saat ini tengah digandrungi generasi muda adalah crypto.

Ketika kita akan melakukan investasi, tentukan dulu hasil yang ingin kita capai. Jika hasilnya untuk keperluan jangka panjang, logam mulia bisa menjadi pilihan terbaik. Jika hasilnya untuk keperluan jangka pendek, saham dan crypto bisa menjadi pilihan.

a. Emas

Awal masuk kuliah, saya seolah dibebaskan dari berbagai macam belenggu. Saya mulai diajarkan bagaimana cara berinvestasi, pada saat itu yang hangat diperbincangkan adalah emas. Pada tahun 2018 saya mengecek harga beli emas melalui aplikasi Tokopedia, harga emas per satu gram masih di angka Rp. 565.000 sekarang harga emas sudah diangka Rp. 912.075.

Dalam jangka waktu 4 tahun, kenaikan harga emas sampai Rp. 347.075. Coba bayangkan jika kalian menjualnya di tahun 2050 misalnya, berapa banyak keuntungan yang bisa didapatkan ?

grafik harga emas
Grafik Harga Emas Oleh : harga-emas.org

b. Reksadana

Dikutip dari OJK, Reksa Dana adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama Manajer Investasi, untuk kemudian diinvestasikan ke dalam surat berharga seperti : saham, obligasi, dan instrumen pasar uang.

Saat ini reksadana telah menjalar ke berbagai elemen masyarakat, munculnya beberapa platform yang menyediakan jasa tersebut menjadi faktor utama. Salah satu platform yang cukup populer adalah BIBIT. BIBIT merupakan platform penyedia reksadana untuk membantu investor pemula berinvestasi. Jadi siapa saja bisa berinvestasi sekarang, mudah bukan ?

Saya baru mulai rutin menabung di BIBIT sejak tiga bulan lalu, per bulannya saya menyisihkan Rp 200.000 untuk dialokasikan ke reksadana pasar uang. Kenapa pasar uang ? berdasarkan rekomendasi robo pasar uang adalah yang paling cocok dengan profil resiko saya.

Kalian juga bisa memilih sendiri dana kalian akan dialokasikan kemana, mengikuti rekomendasi robo atau kehendak kalian sendiri, silahkan tentukan. Terpenting kalian mengetahui resikonya. Dalam jangka waktu 3 bulan ini saya sudah untung sekitar 1 persen. Cuman beberapa waktu yang lalu kepepet kebutuhan, jadi harus diambil. Proses penarikannya juga mudah dan membutuhkan waktu 2 hari kerja.

saldo sisa di bibit

Untuk mulai nabung di reksadana via BIBIT, caranya cukup mudah. Kalian tinggal download aplikasi BIBIT via playstore atau appstore, terus klik register atau daftar. Pada halaman pertama kalian akan dimintai untuk memasukan nomer telepon dan kode referal. Kalian bisa menggunakan kode referal “insanusmlaku” untuk mendapatkan cashback sebesar Rp 25.000

Setelahnya kalian akan diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan guna mencocokan profil resiko kalian. Kemudian, kalian akan diminta untuk melakukan verifikasi data diri. Data yang dibutuhkan seperti email, KTP, dan tanggal lahir. Jika sudah kalian hanya perlu menunggu proses verifikasi yang berlangsung kurang lebih 2 harian. Setelah itu, kalian sudah bisa melakukan investasi di BIBIT. Mudah kan…

kode referal bibit insanusmlaku

c. Crypto

Menurut katadata.co.id, Crypto adalah mata uang digital yang terenkripsi dengan logaritma canggih untuk mengatur dan memantau pengumpulan dana dan transaksi lainnya secara daring.

Dalam perkembangan zaman yang sangat cepat ini, saya yakin kalau kalian sudah tidak asing lagi dengan istilah crypto tersebut atau lebih yabg lebih populer adalah bitcoin. Nah, bitcoin merupakan salah satu aset yang termasuk dalam mata uang crypto. Bitcoin ini juga merupakan aset tertua yang ada dan sekarang nilai tukarnya per 1 koin bitcoin seharga Rp. 576.449.219,40

Bitcoin pertama kali rilis pada tahun 2008 dan mulai di perkenalkan di tahun 2009. Pada saat pertamakali perkenalannya Bitcoin ini nggak ada harganya. Namun perlahan koin ini mengalami kenaikan harga, pada tanggal 17 juli 2010 harga 1 Bitcoin senilai 0,09 USD atau setara Rp 802,53

13 tahun kemudian, harga Bitcoin sudah mencapai ratusan juta per satu coinnya. Sangat fantastis kan ?

Pengalaman saya dalam berinvestasi melalui crypto juga cukup baik, saya menggunakan platform TokoCrypto untuk berinvestasi aset Crypto. Ketika saya telah memiliki akun aktif, saya melakukan deposit sebesar Rp 50.000, kemudian saya gunakan untuk membeli koin ZIL yang harga per koinnya masih 694 perak.

Grafik harga koin zil
Harga koin ZIL berdasarkan TokoCrypto

Beberapa hari kemudian harga koin ZIL mengalami kenaikan yang fantastis, sebelum saya jual koinnya di harga 1.500’an, titik tertinggi harganya mencapai 2.000’an. Dengan begitu saya sudah untung 50% lebih, pengetahuan yang cukup minim akan Crypto menjadikan saya cukup gegabah dengan buru-buru menjualnya.

Padahal jika saya lebih sabar lagi, saya bisa menjualnya ketika memiliki harga di angka 3.000’an.

Kalian juga bisa langsung mencoba pengalaman berinvestasi aset Crypto melalui TokoCrypto. Tenang, platform ini sudah BAPPEBTI sehingga bisa dipastikan ke-legal-annya dan aman. Kalian juga bisa mendaftar menggunakan kode referal dari insanusmlaku.com “993487Q3” atau Klik disini.

3. Membuat Blog / Website

Membangun sebuah blog/website juga bisa menjadi sumber investasi jangka panjang kita, dan lambat laun bisa menjadi passive income buat kita. Ketika blog/website kita sudah berkembang dan memiliki traffic yang cukup tinggi, besar kemungkinan kita akan diajak kerja sama oleh brand atau perusahaan yang bergerak di bidang yang sama dengan isi content dari blog/website yang telah kita buat.

Dalam proses membuatnya bisa dibilang mudah-mudah-susah-sulit. Perlu tekad yang kuat dan mindset yang ciamik. Percayalah, jika sedari awal dalam pembuatan blog atau website kita sudah memikirkan bagaimana caranya agar cuan, niscaya semangat kita akan tergerus secara perlahan dan hilang.

Kalain bisa menggunakan platform blogspot atau wordpress untuk membuat blog. Ketika berhasil, kita akan mendapatkan alamat blog/website dengan sub domain. Misalnya : yuknabung.blogspot.com atau belajarkonsisten.wordpress.com, untuk awal-awal saya rasa tidak terlalu masalah.

Tapi, ketika website/blog kita sudah berkembang, untuk menjaga kepercayaan audiens dan menambah kesan “profesional” kita perlu meng-upgradenya menjadi domain. Entah itu .com, .net, .co.id, atau yang lainnya. Sudah banyak platform yang menyediakan jasa pembelian domain, salah satu platform yang populer dan karya anak bangsa yang berpusat di Yogyakarta adalah Niagahoster.

landing page Niagahoster

Proses pendaftarannya tergolong mudah, pelayanannya juga cepat dan ramah, serta layanan di niagahoster tidak terbatas waktu alias 24 jam! kalian juga bisa langsung membeli domain kalian sendiri.

Cara-cara sederhana yang telah saya paparkan merupakan hasil pengalaman pribadi. Meskipun sampai sekarang saya belum berada di titik merdeka secara finansial. Tapi paling tidak, cara-cara tersebut memudahkan saya untuk mencapainya. So, selagi masih muda ayok terus berkarya, sibukkan diri dengan hal positif, dan nikmati masa senja dengan indah.

Jadi bagaimana ? siap untuk memulai langkah menuju kemerdekaan finansial ? ingat! Merdeka secara finansial = bebas jalan-jalan